Beri Kemudahan, Imigrasi Luncurkan Aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0

JPP, DENPASAR - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) akan meluncurkan aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0 pada 28 Mei 2018 mendatang.

Menurut Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Cucu Koswala, aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0 tersebut merupakan pembaruan dari aplikasi yang sudah ada sebelumnya. Di versi terbaru ini, kata dia, ada beberapa tambahan kemudahan bagi pemohon paspor, yaitu bisa mengecek ketersediaan kuota dan status tanggal yang akan dipilih.

“Jika pada aplikasi sebelumnya pemohon tidak bisa mengecek jumlah kuota antrean pada tanggal tertentu, maka pada aplikasi baru akan ada kalender interaktif sehingga memungkinkan pemohon memantau ketersediaan kuota di tanggal tertentu,” jelas Cucu dalam kegiatan "Pelatihan Bagi Operator Aplikasi Antrean Paspor Online" di Aula Kanwil Kemenkumham Bali, Denpasar, Kamis (24/5/2018).

Adapun pada kalender interaktif di aplikasi akan muncul warna sebagai indikator, yakni warna hijau untuk kuota tersedia, kuning untuk kuota yang belum dibuka, merah kuota telah habis, biru tanggal terpilih, dan abu-abu untuk hari libur.

“Pemohon juga bisa memantau ketersediaan kuota seperti total kuota yang disediakan oleh Kantor Imigrasi, kuota yang telah terpakai, dan sisa kuota yang masih tersedia,” tambah Cucu.

Selain itu, Ia menambahkan, tampilan interface aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0 sekarang lebih dominan merah, menggantikan warna biru dan hijau di versi sebelumnya.

Aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0 itu langsung diunduh di Google Playstore (Android) dan Appstore (iOS) mulai 28 Mei 2018. Di samping itu, pemohon juga bisa mengaksesnya melalui situs www.antrian.imigrasi.go.id

Menurut Cucu, aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0 akan diujicoba di Kantor Imigrasi di wilayah Bali, antara lain di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, dan Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja.

“Wilayah Bali kita jadikan ujicoba aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0 karena memiliki tiga unit pelaksana teknis dan jumlah permohonan relatif tidak tinggi, sehingga lebih mudah untuk melakukan evaluasi. Serta diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lainnya. Aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0 akan diluncurkan serentak di seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia setelah dievaluasi,” tandas Cucu. (ham)

Berita Lainnya
LEAVE A REPLY